Gadget

Samsung Galaxy Buds On Masuk Pasar Amerika dengan Desain Earbud Jepit

Samsung memperluas kehadiran Galaxy Buds On ke pasar Amerika Serikat dengan mengumumkan jadwal penjualan mulai 6 November 2026. Earbud nirkabel terbaru ini menawarkan desain clip-on atau model jepit yang berbeda dari Galaxy Buds konvensional karena tidak menutup saluran telinga. Perangkat tersebut diperkenalkan dengan harga 229 dolar AS dan membawa sejumlah inovasi TEKNOLOGI audio, termasuk speaker TwinBoost, pengurangan kebocoran suara, serta integrasi asisten kecerdasan buatan. Dengan daya tahan baterai yang diklaim mencapai 9,5 jam untuk pemutaran musik, Galaxy Buds On menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan pengalaman mendengarkan lebih terbuka tanpa kehilangan kenyamanan saat beraktivitas.

Samsung Galaxy Buds On Hadir dengan Konsep Earbud Jepit

Samsung menghadirkan Galaxy Buds On sebagai earbud nirkabel dengan desain clip-on. Dibandingkan dengan perangkat audio yang menggunakan ujung silikon, Galaxy Buds On dikenakan dengan menjepit sisi telinga. Rancangan yang berbeda tersebut tidak menghalangi lubang telinga secara langsung. Karakteristik tersebut relevan bagi orang yang kurang nyaman menggunakan earbud in-ear. Untuk memberikan gambaran, seseorang yang sedang berjalan kaki berpeluang menjaga kesadaran terhadap suara lingkungan.

Pengembangan earbud model jepit tersebut menunjukkan perubahan strategi desain Galaxy Buds. Dalam perkembangan keluarga Galaxy Buds, perusahaan lebih dikenal melalui earbud yang ditempatkan di dalam telinga. Dengan memperkenalkan model clip-on, Samsung menyediakan alternatif untuk kenyamanan pemakaian. Produk terbaru ini menggunakan struktur fleksibel berbahan paduan logam dengan memori bentuk. Komponen fleksibel ini bertujuan memberikan pemasangan yang lebih nyaman. Walaupun dirancang secara ergonomis, tingkat kenyamanan bergantung pada kesesuaian perangkat dengan anatomi telinga.

Galaxy Buds On Membawa Pengurangan Kebocoran Suara

Keterbatasan yang sering ditemukan pada audio tanpa penutup telinga adalah mempertahankan kualitas bass. Penyebabnya antara lain energi audio dapat menyebar ke lingkungan sekitar. Untuk menjawab tantangan tersebut, Samsung menyematkan sistem audio TwinBoost. Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas reproduksi bass. Melalui pengembangan perangkat keras tersebut, Galaxy Buds On berupaya memberikan suara yang tetap bertenaga. Namun demikian, karakter suara sebenarnya perlu dinilai berdasarkan pengujian mendengarkan secara langsung.

Selain sistem speaker tersebut, Samsung menghadirkan fitur Audio Leakage Reduction yang bertujuan membatasi keluarnya audio ke sekitar pengguna. Ketika saluran telinga tidak tertutup, kebocoran suara sering menjadi pertimbangan saat mendengarkan dengan volume tinggi. Melalui fitur tersebut, Samsung berupaya mengarahkan audio secara lebih efektif. Di samping pengurangan kebocoran, Galaxy Buds On menyediakan penyesuaian volume otomatis. Sistem volume adaptif ini berpotensi menjaga kenyamanan mendengarkan di lingkungan berbeda. Meski sistem mampu menyesuaikan volume, pengguna tetap dianjurkan menjaga tingkat suara yang aman.

Mikrofon dan AI Mendukung Kualitas Percakapan Galaxy Buds On

Di samping mendukung hiburan audio, Galaxy Buds On mendukung kebutuhan komunikasi sehari-hari. Samsung melengkapinya dengan konfigurasi tiga mikrofon per sisi. Berkat kombinasi beberapa mikrofon, perangkat dirancang membantu memisahkan percakapan dari kebisingan. Samsung menyebut kemampuan tersebut Intelligent Clear Call yang melibatkan pengolahan suara dengan bantuan AI. Fungsi utama sistem ini untuk memperjelas suara ketika melakukan panggilan. Walaupun teknologi pemrosesan tersedia, hasil panggilan bergantung pada situasi dan kualitas koneksi komunikasi.

Bagi pengguna yang sering menerima panggilan, kemampuan mikrofon perlu diperhatikan selain kualitas musik. Dalam kegiatan sehari-hari, seseorang yang berkomunikasi saat melakukan aktivitas ringan memerlukan ucapan yang tetap mudah dipahami. Melalui kombinasi mikrofon dan pemrosesan AI, perangkat menyediakan kemampuan penangkapan suara yang dioptimalkan. Sebagai pertimbangan tambahan, pemrosesan suara mikrofon berbeda dari active noise cancellation untuk pendengar. Galaxy Buds On mengutamakan kesadaran lingkungan alih-alih isolasi suara aktif. Karakteristik ini penting dipahami agar ekspektasi sesuai.

Fitur Gestur Kepala Membuat Galaxy Buds On Lebih Praktis

Selain menawarkan kenyamanan bentuk clip-on, Galaxy Buds On membawa integrasi kecerdasan buatan. Pada perangkat Galaxy yang kompatibel, pengguna bisa menjalankan percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui kemampuan tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan tanpa memegang smartphone. Sebagai contoh, seseorang yang sedang menyiapkan makanan berpeluang menggunakan asisten tanpa menyentuh layar ponsel. Integrasi asisten digital tersebut membantu memperluas fungsi perangkat audio.

Selain dukungan Gemini Live, Galaxy Buds On mendukung pencatatan suara cepat. Kemampuan pencatatan ini dapat membantu menyimpan ide secara praktis pada ekosistem Galaxy yang kompatibel. Fitur tambahan lainnya mencakup kontrol melalui gestur kepala yang memberikan alternatif pengoperasian ketika tangan sibuk. Berkat pemantauan gerakan pengguna, pemilik perangkat mampu merespons panggilan masuk. Namun demikian, tidak semua kemampuan tersedia pada setiap smartphone Android. Pengguna perlu memeriksa persyaratan fitur berdasarkan model smartphone agar tidak salah memahami kemampuan yang tersedia.

Daya Tahan Baterai dan Konektivitas Galaxy Buds On

Dari sisi ketahanan baterai, Galaxy Buds On memiliki estimasi penggunaan musik mencapai 9,5 jam melalui satu kali pengisian penuh pada earbud. Dengan bantuan kotak pengisian daya, total daya tahan menawarkan estimasi penggunaan sampai 38 jam. Klaim ketahanan baterai ini dapat berbeda dari pemakaian sehari-hari. Intensitas panggilan serta pengaturan audio mungkin menghasilkan ketahanan baterai berbeda. Untuk orang yang memiliki mobilitas tinggi, ketahanan tersebut menjadi nilai tambah yang relevan.

Galaxy Buds On dilengkapi baterai 61 mAh pada setiap earbud. Sementara itu, kotak pengisian mempunyai kapasitas 550 mAh. Pemulihan daya baterai mendukung sambungan kabel USB-C serta wireless charging yang kompatibel. Selain itu, perangkat hadir dengan standar Bluetooth 6.2 dan menyediakan dukungan LE Audio. Pada penggunaan dengan perangkat Galaxy tertentu, pengguna dapat memanfaatkan fitur perpindahan koneksi otomatis. Meski demikian, Galaxy Buds On tidak menawarkan Bluetooth multipoint konvensional untuk koneksi simultan universal pada beragam perangkat.

Earbud Jepit Samsung Menawarkan Alternatif Baru bagi Pengguna

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengumumkan Galaxy Buds On mulai dijual di Amerika Serikat pada 6 November 2026 dengan harga resmi 229 dolar AS. Sebelumnya, perangkat ini telah memasuki pasar Korea Selatan pada 27 Oktober 2026 dengan harga resmi sebesar 299.000 won. Dalam konfigurasi penjualan pertamanya, Galaxy Buds On tersedia dalam warna hitam. Sementara itu, Samsung akan memperluas ketersediaan sesuai jadwal regional. Sementara itu, konsumen Indonesia belum dapat mengasumsikan jadwal distribusi yang sama dengan Amerika.

Kehadiran Samsung Galaxy Buds On memperlihatkan perubahan preferensi desain perangkat suara. Melalui rancangan open-ear, perangkat berupaya menghadirkan keseimbangan antara hiburan dan kesadaran lingkungan. Dukungan Galaxy AI juga mendukung pengalaman penggunaan yang lebih praktis. Walaupun inovasinya menarik, ketiadaan ANC dan perbedaan kompatibilitas dengan perangkat lain perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Inovasi perangkat wearable Samsung tersebut mendorong inovasi perangkat audio personal. Dari sudut pandang Anda, apakah fitur AI menjadi pertimbangan penting dalam memilih earbud? Sampaikan pendapat Anda mengenai perkembangan Galaxy Buds On.

Related Articles

Back to top button